Review Detail
Kamera retro Fuji X100S dan Fuji X20 untuk para enthusiast
Tanggal publikasi: 16-01-2013 22:07:48, Kontributor: Erwin Mulyadi

Diajang CES 2013 kali ini Fujifilm meluncurkan dua kamera bernama Fuji X100S (penerus Fuji X100) dan Fuji X20 (penerus Fuji X10). Keduanya termasuk kamera kompak kelas atas yang ditujukan buat enthusiast photographer, atau yang serius dalam hobi fotografi. Bedanya antara X100S dan X20 adalah dalam hal lensa, dimana X100S memakai lensa fix 23mm f/2 dengan sensor 16 MP ukuran APS-C, sedangkan X20 memakai lensa zoom 28-112mm f/2-2.8 dengan sensor 12 MP ukuran 2/3 inci.

Fuji X100s dan X20 

Fuji X100S

Kamera Fuji X100S masih mempertahankan desain yang mirip dengan sebelumnya yaitu kamera compact yang punya lensa fix dan banyak kendali eksternal. Sebutlah misalnya roda pengatur shutter speed dan kompensasi eksposur, serta ring pengatur bukaan lensa dan ring untuk manual fokus. Terdapat juga jendela bidik optik dan flash hot shoe untuk memasang lampu kilat eksternal. Sebagai layar LCD diberikan layar ukuran 2,8 inci yang resolusinya lumayan tajam.

Ada beberapa hal yang menarik dari upgrade Fuji X100 ke X100S. Yang utama adalah dipakainya sensor baru X-Trans CMOS 16 MP yang sama seperti kamera mirrorless mereka. Tidak ada filter anti alias di sensor ini sehingga hasil fotonya dijamin bakal tajam. Sensor baru ini bahkan bisa berperan ganda sebagai alat bantu auto fokus berbasis deteksi fasa. Ada dua metoda bantuan untuk manual fokus, yaitu dengan focus peaking dan focus split layaknya kamera jadul. Kamera yang berbentuk mirip rangefinder ini juga punya jendela bidik optik yang berjenis hybrid, bisa jadi jendala bidik elektronik juga. Sebagai lensanya masih tetap sama dengan sebelumnya yaitu Fujinon 23mm (ekivalen 35mm) dengan bukaan maksimal f/2.0 yang terang.

     fuji x100s 

Soal kinerja pun terdapat peningkatan lumayan, berkat prosesor EXR generasi kedua. Paling tidak kamera ini kini bisa menembak 6 foto per detik dan mengunci fokus dalam waktu 0.07 detik. Data rate untuk video full HD mencapai 26 Mbps. Kamera ini juga bisa menyimpan file RAW tapi berkat susunan piksel RGB di sensor X-Trans ini berbeda dengan sensor lain berbasis Bayer maka membaca file RAW ini akan sedikit lebih repot.

Fuji X20

Kamera Fuji X20 jadi penerus Fuji X10 sebagai segmen kamera saku berlensa zoom yang bukaannya besar. Masih sama seperti sebelumnya, di X20 dipakai lensa Fujinon 4x zoom dengan putaran manual yang dipadukan dengan switch on-off yang praktis, dengan rentang fokal 28-112mm f/2.0-2.8. Bedanya adalah dalam hal teknologi sensor dimana X20 ini memakai sensor CMOS jenis X-Trans seperti di X100S (bukan lagi pakai EXR). Artinya kamera X20 ini juga bisa auto fokus memakai deteksi fasa. Tapi dalam hal ukuran sensor dan resolusi masih sama yaitu 2/3 inci 12 MP. Untuk ukuran kamera saku dengan lensa zoom, sensor seukuran 2/3 inci sudah termasuk cukup besar, jauh lebih besar daripada kamera lain yang umumnya berukuran 1/1.7 inci.

     Fuji X20 

Pada bodi kamera berbalut logam die cast ini terdapat banyak tombol dan pengaturan eksposur. Fotografer yang biasa memakai DSLR akan merasakan dirinya tidak asing saat memakai kamera ini. Bila kamera lain lebih suka memberikan jendela bidik elekronik, pada Fuji X20 justru memberikan jendela bidik optik dengan overlay informasi yang sangat berguna. Untuk urusan movie, kamera ini juga mampu merekam video full HD 1080p. Pada bagian belakang terdapat layar LCD berukuran 2.8 inci dengan ketajaman 460 ribu piksel, sementara di bagian atas terdapat flash hot shoe untuk menempatkan flash eksternal, bila kekuatan built-in flash kamera ini terasa kurang.



space for ads

space for ads