Review Detail
Uji hasil fitur HDR di EOS 5D mk-III
Tanggal publikasi: 24-04-2012 11:04:18, Kontributor: Erwin Mulyadi

Fitur in-camera HDR boleh dibilang adalah nilai tambah dari EOS 5D mark III, selain peningkatan di urusan auto fokusnya. Fitur ini ceritanya akan memudahkan kita dalam mendapat foto HDR (High Dynamic Range) tanpa harus mengolahnya di komputer. Cara yang dilakukan kamera yang punya fitur ini cukup rumit, karena kamera akan mengambil dua atau tiga foto berturut-turut dengan eksposur yang berbeda (istilahnya bracketing), lalu menggabungkan semuanya jadi satu foto yang lebih lebar jangkauan dinamisnya. Beberapa kamera generasi modern mulai memberi fitur in-camera HDR, bedanya adalah pada berapa banyak foto yang bisa diambil. Misal Nikon D5100 hanya membolehkan untuk mengambil dua foto, sehingga hasilnya kurang bisa menyamai teknik HDR di komputer. Lalu saat kini kamera Canon 5D generasi ketiga seharga 30 jutaan telah hadir dengan fitur in-camera HDR, apakah hasilnya sudah bisa dianggap memuaskan? Simak pengujian kali ini.

Opsi dan Menu

Opsi HDR di 5D mk-III bisa diakses dari tombol Creative Photo (sebelah kiri dibawah tombol MENU) lalu memilih HDR mode. Atau opsi ini juga bisa diakses lewat Shooting Menu nomor 3 baris paling bawah seperti contoh ini :

Shooting Menu

Setelah masuk ke mode HDR maka tampilan di layar adalah seperti ini :

HDR mode 

Adjust dyn range 

Untuk mengaktifkan mode ini kita harus memilih Enable HDR di pilihan Adjust dyn range. Pilihan yang ada yaitu:

Adjust HDR 

Jadi untuk enable HDR, kita bisa memilih Auto atau manual. Kalau kita ingin tentukan sendiri perbedaan terang gelap yang diambil, lebih baik memilih salah satu dari tiga rentang eksposur yang disediakan dari +/- 1 EV hingga 3 EV. Auto bisa dipilih kalau kita ingin kamera yang menentukan sendiri berapa EV tergantung kondisi pencahayaan saat itu.

Effect 

Setelah memilih eksposur, pilihan kedua dan yang paling menarik adalah Effect yang bisa disesuaikan dengan tujuan dan hasil yang diinginkan. Effect ini bisa dibilang adalah tone mapping yang bisa menyerupai teknik HDR di komputer.

Effect HDR

Pilihan efek HRD yang disediakan adalah efek Natural dan Art (artistik), dan Art terbagi kedalam empat jenis yaitu Art Standard, Art Vivid, Art Bold dan Art Embossed.

Pilihan lainnya yang bisa diatur terkait HDR adalah :

Continuous HDR : bisa memilih apa hanya satu kali atau every shot (setiap memotret selalu HDR)

Auto Image Align : bila di-enable maka kamera akan mencoba untuk menyamakan secara tepat dari tiga foto yang diambil, supaya hasil fotonya tidak dobel/berbayang bila diambil tanpa tripod (kalau pakai tripod fitur ini bisa di-disable)

Save Source Images : bisa memilih apakah tiga foto berbeda eksposur yang akan dijadikan foto HDR ingin disimpan, atau cukup hasil HDR-nya saja (kalau ingin ketiga foto asli tetap disimpan maka harus memilih save, maka kamera total akan menyimpan 4 file JPG setiap satu kali memotret)

Catatan

Ada beberapa hal yang perlu dicatat terkait fitur ini. Pertama mode HDR tidak bisa digabung dengan dengan AEB (Auto Exposure Bracketing). Selain itu fitur ini hanya untuk JPG, sehingga tidak bisa menyimpan file akhir dengan format RAW. Karena prinsipnya kamera akan memotret tiga foto berturut-turut dalam waktu cepat, tetap saja akan ada perbedaan waktu sehingga jangan ada benda yang bergerak saat difoto HDR.

Pengujian 

Kali ini saya mencoba fitur HDR dengan obyek adalah gedung bertingkat dengan bagian bawahnya adalah pemukiman warga yang masih banyak pepohonan. Waktu pemotretan sore hari dengan langit agak mendung dan memakai lensa 50mm. Foto berikut diambil tanpa mode HDR, dengan metering evaluative, eksposur 1/250 detik, f8 dan ISO 100. Inilah hasil foto yang umum didapat tanpa mode HDR, dimana kamera akan memprioritaskan untuk mendapat detil di area terang sehingga daerah pepohonan akan cenderung lebih gelap.

HDR off

Selanjutnya saya mengkatifkan mode HDR dengan manual +/- 3EV lalu mencoba seluruh effect yang ada yaitu:

Efek HDR Natural

Dari web Canon :

This is the first one photographers will think of for HDR shooting. "Natural" produces a flat-toned effect, with a broader range of visible highlight and shadow detail than usually would be possible with a single digital image.

HDR natural

Hasil HDR dengan efek ini akan memberi dynamic range yang lebih lebar tapi tetap natural. Terlihat kontras di gedung justru lebih rendah tapi area pepohonan menjadi lebih terang, lebih menyerupai keadaan sebenarnya. Direkomendasikan untuk foto yang bersifat natural seperti dokumentasi dan kebutuhan jurnalistik.

Art Standard

Dari web Canon :

Often generates a greater HDR effect, with more aggressive control of highlight and shadow brightness (in other words, more detailed tones). Greater color saturation than in the "Natural" HDR setting, but not excessive rendering of most colors. Subject outlines will have light or dark edges.

HDR art standr

Hasil HDR dengan efek Art Standard memberi saturasi yang lebih tinggi dari HDR natural. Selain itu daerah shadow bisa dibuat lebih terang lagi dan warnanya 'keluar'. Art Standar bisa menjadi pilihan untuk mendapat foto yang lebih 'punchy' dari HDR natural.

Art Vivid

Dari web Canon :

Greater color saturation, while still preserving relatively low contrast. As the name suggests, provides a more vivid finished result that may be useful for subjects having lots of flat or pastel-type colors.

HDR art vivid

Foto HDR dengan efek Art Vivid tampak memberi hasil lebih saturasi dari Art Standard tapi dengan kontras yang sama. Warna yang dihasilkan memang terlalu berlebih tapi masih dalam batas wajar, adakalanya mampu memberi kesan lebih dramatis.

Art Bold

Dari web Canon :

Even more powerful color saturation, for colors that really "pop" in the finished HDR image. Overall contrast similar to Art Vivid in many situations. 

HDR art bold

Art Bold adalah efek HDR yang sangat tinggi tone mappingnya baik saturasi dan ketajaman. Foto HDR dengan efek Art Bold akan menghasilkan foto yang hiper realitas atau melebihi keadaan aslinya.

Art Embossed

Dari web Canon :

A special-effects setting that greatly cuts down color saturation, and strongly enhances edge contrast of objects in a scene. The light or dark edges produce an effect similar to an embossed image.

HDR art embossed

Foto yang dihasilkan dengan efek Art Embossed akan seperti tampak pada foto diatas, dengan saturasi rendah, kontras sangat tinggi dan muncul 'halo' disekitar obyek. Dipakai untuk kondisi tertentu dan  efek khusus saja.

Inilah pengujian yang bisa saya share untuk pengalaman mencoba fitur in camera HDR di Canon EOS 5D mk-III. Banyaknya pilihan setting HDR, kebebasan menyimpan foto asli untuk diolah di komputer, image align dan berbagai efek yang hasilnya berbeda, membuat fitur ini bukan sekedar 'asal ada' tapi bisa jadi alat yang membantu asal digunakan secara tepat. Prosesor Digic 5+ juga punya andil besar, karena mengolah tiga foto untuk jadi satu foto HDR butuh kinerja tinggi dari prosesor kamera (di 5D mk-III proses mengolah satu foto HDR memakan waktu sekitar 2-3 detik).



space for ads

space for ads