Review Detail
Review lensa Nikon AF-S 10-24mm f/3.5-4.5 DX
Tanggal publikasi: 25-03-2012 20:34:27, Kontributor: Erwin Mulyadi

Lensa Nikon AF-S 10-24mm f/3.5-4.5 DX termasuk lensa zoom ultrawide yang didesain khusus untuk DSLR Nikon dengan sensor APS-C, dengan fokal ekivalen 15-36mm pada kamera 35mm. Rentang fokal ini cukup menarik, karena bisa mengakomodir kebutuhan wideangle yang sangat lebar (15mm) sampai moderate wideangle (36mm). Review kali ini bertujuan untuk membahas lensa ini secara umum baik desainnya, aspek teknisnya dan tentu saja kualitas optiknya.

 10-24

Ditinjau dari ukuran, lensa ini termasuk besar dengan diameter filter 77mm, mount logam dan bodi plastik. Lensa berbobot 460 gram ini diisi dengan 14 elemen lensa dan memakai 7 bilah diafragma. Diafragma di lensa ini bukan berjenis bukaan tetap, melainkan variabel dari f/3.5 sampai f/4.5 tergantung fokal lensanya. Bukaan terkecil adalah f/22 hingga f/29 juga tergantung fokal lensanya.  Terdapat jendela informasi jarak, dengan kemampuan fokus terdekat adalah 0,24m hingga infinity. Tidak ada ring diafragma di lensa ini, hanya ada ring untuk zoom dan ring untuk manual fokus. Lensa ini sudah memakai motor fokus berteknologi silent wave, sehingga kompatibel dengan DSLR Nikon pemula seperti D5100 dan D3100. Hanya ada satu tuas di sebelah kiri lensa yaitu M/A-M yang artinya di posisi M/A meski kita memakai auto fokus tapi boleh memutar ring fokus untuk pengaturan manual, tanpa harus menggeser tuas ke posisi M.

M/A-M 

Ring zoom terasa nyaman saat diputar, bagian depan lensa akan maju sedikit bila zoom diputar ke fokal 10mm, lalu memendek di posisi 15mm dan maju lagi saat diputar ke posisi 24mm. Pada fokal 10mm, atau di posisi paling wide, lensa ini menghasilkan bidang gambar yang sangat lebar, sehingga bisa memberi perspektif yang berbeda. Distorsi di bagian tepi sangat terasa, garis lurus akan tampak terdistorsi sebagai efek dari lensa wide. Putar ke posisi 15mm dan distorsi akan semakin tidak terlihat. Kabar baiknya, lensa ini tajam bahkan pada seluruh rentang fokal, bahkan pada bukaan maksimumnya. Sedikit di stop down maka akan memberi ketajaman lebih baik lagi.

Contoh foto di posisi wide 10mm (ekivalen 15mm) : 

wide 10mm 

Contoh foto di posisi wide 24mm (ekivalen 36mm) :  

wide 24mm 

Banyak sisi positif dari lensa ini, selain tajam juga rentang fokalnya efektif untuk mengakomodir berbagai kebutuhan fotografi wideangle. Soal kualitas optik juga menjadi sisi positif dari lensa ini dengan warna yang akurat dan kontras yang baik. Kecepatan fokus lensa ini juga sangat baik, plus bisa manual fokus setiap saat kita mau. Lensa ini juga bisa mengunci fokus pada benda yang sangat dekat (24mm dari fokal plane) dan informasi di jendela pengukur jarak juga berguna. Bagian depan lensa tidak berputar sehingga kita bisa memasang berbagai filter seperti grad ND atau CPL.

fringe 

Kalaupun ada hal yang kurang dari lensa ini, adalah distorsi yang cukup berarti di fokal 10mm, lalu masalah purple fringing di area kontras tinggi (lihat contoh 100% crop foto diatas), dan rancang bangun bodinya yang didominasi bahan plastik terasa kurang mantap. Selain itu desain bukaan diafragma yang semakin mengecil saat lensa dizoom juga menjadi persoalan tersendiri, apalagi sebelumnya Nikon pernah membuat lensa wide 12-24mm f/4 dengan bukaan konstan, lalu saat ini banyak juga produsen lensa 3rd party yang bisa membuat  lensa dengan bukaan konstan seperti Tokina 11-16mm f/2.8 atau Sigma 10-20mm f/3.5 yang harganya lebih murah.



space for ads

space for ads